Ads 468x60px

Labels

agama (26) akhir (1) akhlak (17) Aku (38) baru (2) ibadah (7) idea (1) perkongsian (40) puisi (5) tafsir (8) Zikr (31)
Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Sunday, 25 September 2016

kembali berpuisi, kembali menulis nanti

Krik krik
Busut berterbangan
Angin bayu bertiupan
Cengkerik2 di hutan berteriakan
Orang-orang kayu di padang
Terpacak sendirian mendepa tangan
Cenderawasih tak langsung singgah
Tupai tak langsung berkunjung
Krik krik
Malam mengganti matahari yang bisu
Pohon pula menyingkirkan daunnya
Senyap tanpa sebarang bunyi
Semut hitam hilang dipandangan
Musang sakit tak kedengaran
Hiruk pikuk burung hantu
Ditelan salji bertimbunan
Kawanan pungguk pula
Tak lagi rindukan bulan
Krik krik
Lampu dipasang
Terduduk di sini
Tak tahu apa nak jadi
Menunggu menyilang jemari
Saat kalimah dari hatimu
Terkeluar menyahut
Deruan rindu dlm hati ini

Thursday, 17 December 2015

Ibu.. I loved you forever

pokok dilaman dusun
direnjis hujan air
ditepuk abu baja
tanahnya digembur disubur
dijaga rapi seorang tua
berharap dapat merasa
hasil seorang peladang nusantara
titik peluhmu
jadi mineral utama
buah-buahan tumbuhan muda
sendimu dihayung sekuat kudrat
membelah gemburkan tanah
mengusai kekeringan menghidupkan saujana
demi pekebun kecil anakmu
yang menunggang basikal beroda tiga
tenagamu dikerah
bagai air diperah dari perca
jasamu tak terbalas
menjagaku sejak kecil lagi
senyummu menghilangkan segalanya
jikaku demam kau kucup dahiku
meletakkan dedaun sejuk
memberi bubur nasi
dengan cebisan manisan
buatku sepenuh kasih sayangmu
I love you
my mother
tanganmu menumbuhkan
ilmu dan ahli fikir
membuatku jadi
seorang insan manusia
terima kasih ibu
=*

Thursday, 17 September 2015

Tentang hati

Berhimpun kerdipan cahaya
Pada hamparan angkasa
Purnama pula hadir
Menyerikan malam ini
Dudukku dalam pangsapuri
Bukan bermakna melupai
Isikandungan nukilan lama
Bersekedudukan dalam tirai
Sedia terbuka sekian lama
Bukan berkasih manja
Hanya temujanji rahsia
Bersama pakar tabibku
Agar sembuh segala
Sandiwara jiwa
Tusukan lagu mendayu
Tika menadah gegendangku
Tersalur terus ke dada
Kugiran retorik itu
Biarlah menjadi lalang
Yang terbang
Meninggalkanku

Wednesday, 22 July 2015

Maafkan aku zahir dan batin - zakiran ab razak 17/7/2015

Kupintal dua tali menjadi satu
Bersama kasturi yang menyapa
Diwaktu subuh nanti
Embun pun dilepaskan
Dari udara menghinggapi
Dedaun segar hijau bumi

Menjelang terbenam matahari
Tetamu barakah yg datang
Disahut dengan takbir
Suam tenang hati
Melepaskan segala kesumat
Pergi meninggalkan diri
Agar yg pergi
Bersua kembali
Di lain hari

Berpautlah takbir pada nafas
insan yang bibirnya basah
Dengan kudrat hamasah
Duka tak perlu
Menjadi paku yang terpahat
Di ufuk dada
Syabab fillah

Friday, 8 May 2015

Glass of love

What would i do?
Without a glass of love
The love poured
From the golden jar
That cleanse the throat
And energized sprained body
Giving pleasure to stay
Even the path
Full of hollows and pain

What would i do?
Without a glass of love
That is great
Even the eye
Unable to forecast
Even the ear
Cannot hear steps
Even the intuition
Weak to judge
The glory
Of this love

What would i do?
Without a glass of love
Sent to make
A human replied
To the dearest
Of their lifes
To obligate things
Before saying goodbyes

The love
For the sought
Knows no bound
It is something
Secret future
We will know

What would i do?
Without a glass of love
From the one
That created it

 
Blogger Templates